Minggu, 29 Januari 2012

Lama gag Nge - Blog

ngeliat isi blog gue, gila ada banyak rumah laba" .
lama lama ini blog gue bisa jadi ruma spiderman nihh .

gue mulai dengan keseharian gue yang telah selesai dengan semua tugas tugas kuliah gue. tinggal nunggu hasilnyaa nihh, muga ajja nilai bisa Kumlot ( ngimpinya ketinggian )
hari hari gue sekarang gue isi dengan hal hal yang gg bermanfaat banget .
dari bangun tidur, trus makan, trus mandi, trus onlen, trus nonton tivi, trus maen, trus tidur lagi dan trus seperti itu sampek kiamat .

gue sempet ngrasa bosan, sampek akhirnya gue temukan sebuah pencerahan . yaitu dengerin radio cilacap .yang bahasanya ngapak ngapak .
sekarang gue bisa senam perut lagi .


sorri kalau tulisan gue agak alay .
maklum gue masih masa puber ( padahal udah 20+ )
sekarang gue galau dan gue butuh LOE .

END.

Senin, 02 Januari 2012

Iran Tes Rudal Lagi

RUDALJARAK JAUH: Angkatan Laut Iran, kemarin, menguji tembak dua rudal jarak jauh yang
dilaporkan mampu menghancurkan pangkalan Amerika Serikat dan Israel di kawasan itu.(31)



TEHERAN - Iran kembali unjuk kekuatan selama
latihan perang di Selat Hormuz. Sehari setelah
melakukan uji coba rudal jarak menengah,
Teheran, kemarin, menyatakan sukses menguji
tembak dua rudal jarak jauh

Iran ingin menunjukkan bahwa
militernya mampu menghancurkan
pangkalan Israel dan Amerika
Serikat di kawasan itu jika diserang.
Pengumuman itu disampaikan di
tengah meningkatnya ketegangan
tentang program nuklir Iran yang
diributkan. Negara-negara Barat
yakin Iran tengah mengembangkan
bom atom, namun Teheran membantahkan.
Bahkan, pekan lalu, republik
Islam itu menyatakan akan menghentikan
aliran minyak melalui
Selat Hormuz jika Barat benarbenar
melaksanakan ancamannya
untuk memberlakukan sanksi terhadap
ekspor minyaknya.
”Kami telah menguji tembak rudal
jarak jauh permukaan-ke-laut yang
disebut Qader (yang berarti mampu)
dan sistem rudal lain yaitu Nour
(cahaya). Rudal-rudal tersebut
mampu menghancurkan sasaransasaran
yang ditetapkan sebelumnya
di Teluk,” kata wakil Komandan AL
Mahmoud Mousavi kepada kantor
berita Iran IRNA.
Menurutnya, para pengamat dari
sekutu Arab terdekatnya, Suriah,
menghadiri hari terakhir latihan
perang yang berlangsung selama 10
hari tersebut.
Sanksi Baru
Iran memulai latihan militer di
Teluk pekan lalu sebagai respons atas
meningkatnya tekanan Barat atas
ambisi nuklirnya.
Teheran juga memperingatkan
akan menutup Selat Hormuz jika
sanksi diterapkan bagi ekspor
minyaknya, yang notabene sumber
pendapatan utama negara tersebut.
Namun, kemarin, Iran menyatakan
tidak berniat menutup selat tersebut
namun melakukan latihan ”purapura”
menutup perairan vital tersebut.
”Belum ada perintah untuk
menutup Selat Hormuz. Namun
kami mempersiapkan berbagai skenario,”
kata televisi pemerintah
mengutip komandan AL Habibollah
Sayyari.
Sementara itu Uni Eropa tengah
mempertimbangkan untuk mengikuti
langkah AS dalam melarang
impor minyak mentah Iran. Minggu
lalu, Presiden AS Barack Obama
mengesahkan sanksi-sanksi baru terhadap
Iran.
Washington meningkatkan tekanan
dengan memberlakukan sanksi
terhadap lembaga keuangan yang
berkaitan dengan bank sentral Iran.
Jika diterapkan secara ketat, sanksi
tersebut memungkinkan sebagian
besar pemilik kilang minyak tidak
bisa membeli minyak mentah dari Iran.

Sumber : Suara merdeka 03, Januari 2011

Sabtu, 17 Desember 2011

Kamis, 01 Desember 2011

POSTER dadakan






jangan jauhi orangnya, tapi jauhilah penyakitnya .
memperingati Hari AIDS Sedunia .

Tanggal 01 Desember 2011 ....

Rabu, 30 November 2011

Dukungan Tak Henti untuk ODHA

Oleh : Dr.Andri,SpKJ *

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mungkin setiap hari ada yang selalu bertanya-tanya. Sampai kapan kira-kira ilmuwan akan berhasil menemukan obat penangkal virus yang menggerogoti sistem imunitas tubuh manusia itu?

Pertanyaan tidak berhenti sampai di situ saja, namun berlanjut dengan apa yang telah kita lakukan selama ini dalam upaya untuk mencegah virus ini semakin menyebar. Penyakit AIDS atau yang sekarang lebih dikenal secara lengkap dengan HIV/AIDS sejak mulai marak dibicarakan awal tahun 80-an telah mengalami perkembangan yang pesat. Pesat bukan hanya dalam teknologi pengobatannya, namun juga dalam jumlah penderitanya.

Walaupun sejak 10 tahun belakangan ini telah dikampanyekan dengan hebat tentang cara pencegahan penularan virus ini. Namun, tidak dapat dipungkiri, jumlah penderitanya terutama di negara berkembang sangat banyak. Apalagi sekarang hampir semua lapisan masyarakat punya kerentanan terinfeksi virus ini bila tidak berhati- hati. AIDS merupakan isu global yang tidak kunjung lepas dari perhatian.

Berbagai upaya masyarakat dunia telah dilakukan berkenaan dengan hal ini. Dari penggalangan dana untuk para penderita AIDS, penelitian demi mendapatkan terapi yang paling mujarab, sampai edukasi masyarakat tentang bagaimana bentuk penularan infeksi HIV/AIDS.  Semuanya dilakukan dalam upaya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari infeksi virus ini sendiri.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena penderita HIV-AIDS layaknya sebuah fenomena gunung es. Yang terlihat dan dapat dihitung hanyalah yang di permukaan saja.Angka sebenarnya sampai saat ini tidak ada yang mengetahui pasti.

Pasien HIV-AIDS dan Stigma

Selama ini anggapan kita terhadap penderita HIV/AIDS atau di Indonesia lebih sering disebut ODHA (orang dengan HIV/AIDS) masih dalam lingkup stigmatis. Banyak dari kita menganggap bahwa para ODHA adalah bagian dari masyarakat yang terbuang.

Mereka dianggap layak mendapatkan balasan hukuman atas perilaku mereka sehingga terinfeksi virus HIV. Masyarakat kita menganggap bahwa infeksi HIV disebabkan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan dan pemakaian narkoba dengan jarum suntik yang tidak steril. Orang yang berperilaku demikian sangat pantas mendapat hukuman di dunia ini. Padahal, penderita HIV/AIDS tidak hanya terinfeksi virus ini akibat hal yang disebutkan di atas.

Cara lain seperti transfusi darah dari darah yang mengandung virus HIV dan kecelakaan kerja di rumah sakit atau layanan kesehatan seperti misalnya tertusuk jarum yang terinfeksi HIV juga merupakan cara lain penularan. Belakangan ini, perhatian kita kemudian mulai teralih dengan bertambahnya pasien HIV/AIDS karena tertular dari pasangan hidupnya.

Banyak para istri yang tertular virus ini karena perilaku suaminya yang berhubungan seks dengan pasangan lain secara tidak aman atau tidak menggunakan kondom. Beberapa lagi adalah para istri pengguna narkoba suntik yang biasa berganti-ganti jarum suntik yang tidak steril.
Bahkan,tanpa disadari mereka juga menularkan virus ini pada anak yang dikandungnya lewat persalinan. Keadaan ini sebenarnya bisa dicegah bila saja penderita HIV/AIDS juga mendapatkan informasi yang cukup tentang penyakitnya.

Kekurangan informasi ini akan menyebabkan para penderita tidak menyadari bahwa dirinya sangat berpotensi menularkan virus ini kepada pasangan hidupnya bila tanpa pencegahan. Penyebaran informasi yang terus menerus dan tidak hanya dalam momen-momen peringatan tertentu sangatlah penting.
Sekarang ini kita melihat bahwa banyak lembaga swadaya masyarakat yang ikut aktif dalam usaha ini. Bahkan, beberapa di antaranya dijalankan oleh penderita HIV/AIDS sendiri.

Di sana mereka berperan sebagai konselor demi menolong, setidaknya menjadi tempat berbagi cerita bagi rekan-rekan lain yang juga mengalami hal yang serupa. Penderita HIV-AIDS sendiri sebenarnya sudah direpotkan oleh penyakitnya sendiri tanpa perlu ditambah lagi dengan adanya sikap masyarakat yang stigmatis terhadap mereka.

Bayangkan saja bagi mereka telah menjalani pengobatan, efek samping obat di mana terdapat rasa mual yang sangat, sekali waktu pasti akan membuat mereka berpikir untuk menghentikan pengobatan saja. Belum lagi ditambah dengan penyakit yang mudah datang karena rentannya sistem imunitas tubuh.

Bahkan, kadang penyakit seperti influenza saja dapat membuat pasien HIV/AIDS dirawat di rumah sakit. Bila hal ini ditambah lagi dengan beban mental dari masyarakat, tidak terbayang betapa berat beban saudara-saudara kita yang menderita penyakit ini. Karena bagi mereka, menerima keadaan dirinya menderita virus mematikan ini saja sudah memerlukan usaha dan kelapangan dada yang sangat besar.

Tidak sedikit dari mereka yang tidak mampu menerima keadaan ini sampai akhir hayatnya dan ada beberapa yang mengalami depresi. Untungnya, pengobatan pasien HIV-AIDS telah diupayakan oleh pemerintah dengan adanya obat retroviral gratis bagi para penderita yang dapat diambil di berbagai rumah sakit besar di tiap kota besar. Obat ini didapatkan dengan datang langsung ke bagian tim khusus penanganan HIV-AIDS di rumah sakit berada.

Hal ini tentunya sangat membantu karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pengobatannya yang memakan waktu panjang dan melelahkan. Pemerintah tentunya memegang peranan yang sangat penting dalam upaya ini, namun sebagai masyarakat kita tentunya juga tidak dapat tinggal diam.

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu penanganan masalah menyeluruh pasien HIV-AIDS. Salah satunya dengan menganggap para penderita sama dengan penderita penyakit biasa yang sama-sama butuh bantuan dan perhatian kita.

* Psikiater, Pengajar Ilmu Psikiatri di FK UKRIDA 

Sumber : http://health.kompas.com/read/2011/12/01/08204276/Dukungan.Tak.Henti.untuk.ODHA.

Selasa, 01 Februari 2011

usaha

Pertama buat Facebook
Kedua buat Twitter
Ketiga buat Blogg .
hahahahahahahaasssseeeeggg .


sebagai pengenalan sajja, nama saya Zulfikar adhi, umur saya 20 tahun .
saya tinggal d sebuah kota besar di indonesia . yaitu Semarang ..